Recent Update
4 Fakta Perang Cyber Indo Vs Aus
Meski kelompok hacker Anonymous Australia menyangkal mereka pernah melakukan serangan balasan ke situs-situs di Indonesia. Namun isu peperangan cyber
kedua negara terus bergulir. Kondisi ini diperkeruh dengan terungkapnya
penyadapan Australia terhadap sejumlah petinggi negara, termasuk
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Berikut adalah 4 fakta menarik yang perlu Anda ketahui terkait perang cyber antara hacker Indonesia Vs Australia:1. Aksi spionase Australia diungkap The Sidney Morning Herald
Kisah perang cyber antara hacker Indonesia Vs Australia dimulai ketika harian The Sydney Morning Herald
mengabarkan bahwa sejumlah Kedubes Australia yang berada di wilayah
Asia Tenggara terlibat kegiatan penyadapan yang dimotori dinas intelejen
Amerika Serikat (NSA).
Hal ini tentunya membuat pemerintahan
negara yang menjadi korban penyadapan geram dan mengambil tindakan
tegas, termasuk Indonesia. Laman Antara mengabarkan bahwa pada Jumat,
(1/11/2013), Kementerian Luar Negeri langsung memanggil duta besar
Autralia untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait isu spionase
ini.
Bahkan pada Rabu (20/11/2013), Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) memperlihatkan kekecewaannya dan memberikan reaksi
keras. SBY menilai saat ini bukan eranya lagi saling menyadap seperti
era Perang Dingin masa lalu. Saling mengintai dan menyadap terhadap
negara lain sekarang ini, menurut SBY, sudah tak etis lagi.
Sebagai tindakan balasan atas tuduhan spionase yang dilakukan pihak Kedubes Australia, kelompok Anonymous Indonesia, melalui akun Twitter @anon_indonesia mengumumkan daftar ratusan situs Australia yang diklaim telah berhasil mereka bajak.
Kebanyakan situs yang menjadi korban peretasan adalah situs iklan dan bisnis kelas bawah yang tak terlalu populer di Australia dan diperkirakan dipilih secara acak.
Tak berenti sampai di situ, kubu hacktivist Anonymous Indonesia mengumandangkan serangan lanjutan yang diberi sandi perang #OpAustralia (Operation Australia). Serangan ini kabarnya dibantu oleh kubu Anonymous Australia yang juga mengecam tindakan spionase.
Mereka pulalah yang kabarnya menggagas #OpAustralia dengan tujuan agar serangan cyber yang dilakukan bisa lebih terfokus pada situs-situs pemerintahan Australia, bukan situs milik sipil yang tak bersalah.
Sasaran utama dari serangan hacker Indonesia difokuskan pada pengambilalihan situs Badan Intelijen Autralia yang beralamatkan di www.asio.gov.au. Dan situs tersebut pun sempat dibuat down untuk beberapa saat oleh kelompok Anonymous Indonesia.
3. Muncul rumor diadu domba hacker Malaysia
Sebelumnya, dikabarkan situs Angkasa Pura dan Garuda Indonesia sempat diretas (hacking) dan kehilangan sejumlah data penting perusahaan. Dilaporkan bahwa pihak Anonymous Australia lah yang bertanggung atas serangan tersebut.
Namun belakangan muncul rumor yang menyebutkan bahwa para hacker asal Malaysia yang menjadi dalang peretasan dua situs penting transportasi udara Indonesia tersebut.
Laman Hacker News bahkan mempublikasikan video pernyataan resmi pihak Anonymous Australia yang dengan tegas menyatakan bahwa pelaku serangan cyber ke Indonesia bukanlah pihak mereka.
Setelah
sukses menyerang sejumlah situs asal Australia dengan sandi perang
#OpAutralia, jagat media sosial diramaikan dengan ajakan memulai gerakan
#OpMalaysia.
Gerakan #OpMalaysia ini sendiri ramai muncul di timeline Twitter dan Facebook setelah beredar kabar bahwa para hacker
asal Malaysia adalah dalang utama perseteruan antara kelompok Anonymous
Indonesia dan Australia. Mereka dinilai telah mengadu domba kedua belah
pihak.Sebelumnya, dikabarkan situs Angkasa Pura dan Garuda Indonesia sempat diretas (hacking) dan kehilangan sejumlah data penting perusahaan. Dilaporkan bahwa pihak Anonymous Australia lah yang bertanggung atas serangan tersebut.
Namun belakangan muncul rumor yang menyebutkan bahwa para hacker asal Malaysia yang menjadi dalang peretasan dua situs penting transportasi udara Indonesia tersebut.
Laman Hacker News bahkan mempublikasikan video pernyataan resmi pihak Anonymous Australia yang dengan tegas menyatakan bahwa pelaku serangan cyber ke Indonesia bukanlah pihak mereka.
4. Anonymous Australia ancam serang Indonesia
Perang cyber antar hacker Indonesia dan Australia semakin memanas. Hal ini diperparah dengan munculnya sebuah video berisi ancaman yang diunggah via YouTube baru-baru ini.
Dalam video itu Anonymous Australia mengungkapkan pernyataan perang cyber dan mengancam akan mengobrak-ngabrik beberapa situs ternama Indonesia.
Beberapa yang menjadi sasaran adalah situs www.indonesia.go.id, www.kpk.go.id, www.garuda-indonesia.com, dan www.polri.go.id. Portal media online juga turut menjadi sasaran, seperti situs www.detik.com, www.viva.co.id, www.kaskus.co.id, dan beberapa situs lainnya.
Perang cyber antar hacker Indonesia dan Australia semakin memanas. Hal ini diperparah dengan munculnya sebuah video berisi ancaman yang diunggah via YouTube baru-baru ini.
Dalam video itu Anonymous Australia mengungkapkan pernyataan perang cyber dan mengancam akan mengobrak-ngabrik beberapa situs ternama Indonesia.
Beberapa yang menjadi sasaran adalah situs www.indonesia.go.id, www.kpk.go.id, www.garuda-indonesia.com, dan www.polri.go.id. Portal media online juga turut menjadi sasaran, seperti situs www.detik.com, www.viva.co.id, www.kaskus.co.id, dan beberapa situs lainnya.
About Oxfordpedia
Salam Oxford !
Lama tak bersua dengan saudara-saudaraku, nan jauh disana. Meskipun kita punya kesibukan masing-masing, meskipun kita hanya dapat berkomunikasi melalui dunia maya, saya harap kawan-kawan semua tetap bisa menjaga ukhuwah ini, dan pastinya tetap berjuang meraih mimpi-mimpi kita.
Oxfordpedia merupakan suatu kertas yang bisa kita tulisi dengan tulisan yang bermanfaat untuk semua, mungkin saja catatan-catatan yang kita goreskan di secarik kertas maupun secarik kertas digital bisa mengantarkan kita lebih dari sekadar kisah Laskar Pelangi, maupun dongeng Negeri 5 Menara.
Selamat beraktifitas dan selamat berproduktifitas !
Hidup Rakyat Indonesia !
Life Mapping Sebagai Visi Sukses
Sukses bukanlah sekedar mampu secara ekonomi atau mempunyai gelar. Agar kita bisa sukses, maka kita perlu membuat perencanaan. Merencanakan kesuksesan berarti merencanakan semua aspek dalam hidup, atau melakukan life mapping. Sama seperti layaknya peta, kita perlu menentukan hal berikut:
Tempat Asal: Siapa Diri Anda
Dalam menggunakan peta pasti ada titik awal. Titik awal kita adalah siapa diri kita sekarang ini.
Kebanyakan orang ketika diminta memperkenalkan diri akan berkata, “Halo, nama saya Dewi, 25 tahun, pegawai swasta.” Ini sebenarnya tidak memperlihatkan siapa si Dewi sebernarnya.
Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui kepercayaan, nilai, dan prinsip di luar keadaan ekonomi, budaya, atau profesi kita.
Tujuan: Ingin Menjadi Apa
Kita ingin menjadi apa nantinya, inilah visi Anda. Agar bisa mengetahui jawabannya, maka kita perlu mengenal diri sendiri terlebih dahulu, sehingga kita tahu mana yang ingin kita ubah. Tujuan kita sebaiknya meliputi berbagai hal, seperti fisik, emosi, intelektual, dan juga spiritual.
Kendaraan: Misi Kita
Untuk bisa mencapai tujuan, kita perlu kendaraan. Misalnya Dewi ingin menjadi dokter, maka kendaraanya adalah kuliah di jurusan kedokteran. Untuk memilih kendaraan juga tergantung sejauh mana kita mengerti akan kemampuan kita.
Travel Bag: Pengetahuan, Keahlian, dan Sikap
Dalam travel bag, biasanya ada makanan, minuman, dan obat-obatan sebagai bekal. Dalam perjalanan hidup, kita perlu berbekal pengetahuan, keahlian, dan sikap. Ini akan membantu kita dalam mewujudkan visi kita. Lagi-lagi kita perlu mengetahui tingkat pengetahuan, keahlian, dan sikap diri sendiri, agar dalam perjalanannya kita tahu apa yang harus kita tingkatkan.
Landmark dan Rute: Objektif Kita
Landmark dalam perjalanan hidup kita adalah petunjuk yang menentukan bahwa kita telah berada pada jalur yang tepat, sedangkan rute menentukan lama waktu perjalanan. Landmark adalah ukuran kesuksesan kita. Ukuran tersebut haruslah spesifik, dapat diukur, bisa dicapai, realistis, dan terikat waktu.
Kita tak bisa punya dua landmark, seperti misalnya meraih gelar master dan doctor dalam waktu dua tahun. Dalam contoh Dewi tadi, dia menentukan landmark, yaitu: selesai kuliah umur 22 tahun, dan menjadi dokter spesialis bedah pada umur 30 tahun.
Antisipasi Belokan, Putaran, dan Lubang di Jalan
Tujuan life mapping adalah mencegah kita bertindak tergesa-gesa dan tak beraturan. Tapi, kadang rencana kita bisa berubah seiring perjalanan kita karena situasi tertentu. Hidup seperti layaknya jalan, ada belokan, putaran, tanjakan, dan lubang. Kita harus mampu mengantisipasi hal-hal tersebut, dan kita juga harus bisa menyesuaikan keadaan ketika ada perubahan jalur.
Gerakan Indonesia GoBlog Banget
”Setiap kondisi berkomposisi”
Apa tema yang cocok bagi catatan-catatan kecilku?. Bagaimana logo yang cocok dengan tema ini dan itu?. Desain warna apa yang paling sesuai dan eye catching untuk dipampang di sudut tab ?. Perlukah diganti background yang sudah tiga tahun jadi kelambu tulisanku?. Bagaimana template, kolom page, marquee, visitor traffic alias statistik, atau translator yang paling oke?. Sebaiknya menggunakan tampilandefault yang sederhana atau lebih pantas diubah menjadi tampilan blogskin yang kece meskipun harus edit-edit HTML berjam-jam?. Apakah termasuk friendly visitor atau membosankan plus menjengkelkan karena terlalu loading lama ?. Adakah bila dipasang TV Online dan lagu yang otomatis on akan tidak mengganggu pengunjung?. Ya, barangkali itulah beberapa kepenasaran yang bakal ada di kerutan syaraf-syaraf otak anda, jika anda adalah seorang “Blogger”. Kegiatan ngeblogmemang sudah tidak asing lagi didunia, diberbagai negara, diberbagai kalangan, dari berbagai umur, dan dengan berbagai tujuan. Mulai dari yang blogging karena memang hobi nulis, alternatif buku harian digital, marketing produk barang dan jasa, obsesi wartawan alias informan atau jurnalis freelance, atau sekedar proyek haha-hihi yanggak jelas.
Kegiatan ngeblog memang sudah tidak asing lagi dikalangan para netters, yang kuantitasnya naik signifikan sejak tahun 90-an dimana di Indonesia mulai gampang pasang-pakai internet. Baik domain gratis atau berbayar, yang penting wadah untuk menuangkan ide-ide ini memang efektif dan menyamankan bagi banyak orang. Karena benar-benar bisa melepaskan penat kejenuhan yang tertahan. Ibarat manusia butuh WC bin toilet alias ponten untuk melakukan pup. Sebagaimana tinja yang diujung bolongan mungkin, tidak boleh dikeluarkan sembarangan ya. Tapi blogging agaknya pun jauh berbeda dengan hal ini. Karena blogging bisa dilakukan kapan saja kita mau, kapan saja kita bisa, asalkan otaknya mumpuni, apakah pernyataan seperti ini relatif ?. Sedangkan boker hanya bisa dilakukan hanya jika sudah kebelet, dan takkan mungkin dilakukan tanpa passion, meskipun dipaksakan dengan tenaga 1500 tenaga kuda sekalipun saya kira, tapi barangkali jebol juga.
Pasalnya, tulisan ini akan mencoba menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud dengan “Gerakan Indonesia GoBlog Banget”. Sebelumnya jangan salah sangka dulu. Ini bukan gerakan untuk menggoblokan Indonesia atau menjadikan Indonesia semakin goblok, karena konotasi dari GoBlog yang mentereng dijudul diatas. Namun, “Gerakan Indonesia GoBlog Banget” adalah sebuah gerakan yang mengajak seluruh pemuda-pemudi Indonesia untuk saling bergandeng tangan. Demi menyambung ukhuwah Islamiyah, mempererat persaudaraan, menumbuhkankan nasionalisme, mengkekalkan iman dan taqwa kepada Alloh Swt. Sang Pencipta. Dengan cara apa?, ngeblogbersama-sama, membaca ilmu dan menuliskan ilmu, membumikan pengetahuan. Jadi, makna daripada “GoBlog” diatas adalah Go-Blog, mariblogging.
Ketentuanya, sebenarnya progam “Gerakan Indonesia GoBlog Banget” ini adalah progam komplemen dari “Reading a million books progam”. Kenapa disebut komplemen?, karena keduanya adalah progam yang sengaja saling melengkapi satu sama lain. Ibarat hati dan akal, akar dan batang, langit dan bumi, air dan kehidupan, sehingga merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Karena tentu akan menjadikan kepincangan bahkan kematian dalam ranahnya. Kedua perihal progam ini adalah sel-sel dari embrio sebuah jaringan online organisation nirlaba pertama di Indonesia. Yaitu GSO (Global Sosial Organization), sebuah organisasi sosial yang bergerak hampir di berbagai bidang mulai dari pendidikan, politik, media sosial, ekonomi, teknologi, seni, lingkungan dan alam, kesehatan, sejarah, budaya, informasi, keamanan, HAM, demokrasi, transparansi pemerintah, donasi sosial dan banyak lini lain di lebih dari 30 negara. Tagline sederhananya, “From Heart, To Heart”. Sebuah organisasi yang memiliki planning untuk membangun rumah singgah bagi anak-anak jalanan, menyediakan pengajaran gratis, mengakomodasi pusat-pusat keilmuan, memanajemen budaya, menjalankan peran sebagai insinyur sosial, melakukan pencegahan-pencegahan penakit peradaban, mengakomodir kedermawanan, menanamkan meme kebijaksanaan dan sifat ksatria pada seluruh masyarakat Dunia, dan visi serta misi yang tentunya tak dapat disebutkan secara detail.
Tagline kami yang perlu dicamkan dihati kita adalah, “Reading science, Writing science”. Kenapa harus “Membaca ilmu, Menulis ilmu”. Kami sebagai generasi abad ini berniat menyuarakan agar kita terus melakukan introspeksi diri, lebih prihatin dan mawas diri didalam menjalani kehidupan. Sebagaimana seorang guru yang bijak diatas dunia telah berpesan. “Barangsiapa tak mau merasakan pahitnya belajar, dia takkan pernah merasakan manisnya ilmu”. Sebab adanya belajar itu telah banyak mencerahkan pikiran dan hati para manusia, sehingga amat sangat penting. Telah banyak merubah kesaksian hidup, bahwa hidup dengan ilmu menjadikan hidup lebih damai. Mari bergabung dalam gerakan ini untuk bersama-sama mennyongsong masa depan yang lebih cerah. Kita pernah punya pengalaman kecil yang ditampakkan di sekolah-sekolah dunia. Yang mana kita pun mendapatkanya, lewat sebuah pentas kecil, pula disekolah terbanggakan pada masa-masa awal. Bersama sahabat-sahabat, saudara-saudari mukmin, yang mengajari kami tentang arti harapan, dengan menghadirkan dilalah daripada lilin. Benarlah kata Merry Riana, “Hanya lilin yang menyala yang bisa menyalakan lilin lain, hanya orang yang terinspirasi yang bisa menginspirasi orang lain”. Ketahuilah, semangat itu menular. Tidakkah anda melihat perangai orang-orang besar yang telah banyak makan garam kehidupan. Luqman, Julius Caesar, Alexander Agung, Napoleon Bonaparte, Sun Tzu, Confusius, Tan Malaka, Soekarno, Plato, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan banyak orang-orang yang tercatat oleh sejarah aliran mainstream. Yang telah banyak membaca dunia, dan menuliskan suara-suara hati dan ide-ide di akal mereka sehingga mereka didengar. Ya, meskipun toh mereka bukan orang yang benar-benar lurus bak para nabi dan rasul. Tapi yang perlu kita jadikan pelajaran disini adalah, bahwa mereka mengikat ilmu dengan mencatatnya sehingga bermanfaat bagi reuni-reuni pengetahuan. Ketahuilah, akal kita lah terbatas. Dan sebab adanya keterbatasan itulah ada ketidakterbatasan. Yang selalu menjadi misteri nan agung dan luhur daripada sanubari kita.
Selagi muda, selagi lapang, selagi sehat, selagi punya waktu, selagi ingat, selagi jernih pikiran, selagi bersatu, selagi ada kesempatan didepan mata, selagi belum berat memikul tanggung jawab. Mari turun tangan memberbaiki diri serta ciptaan. Seringkali kita harus dengan hati dan spontanitas bertanya kepada diri sendiri, “Apakah sekarang saya adalah orang yang ingat kebajikan atau lupa?. Saya termasuk yang berpengaruh atau terpengaruh?, masih adakah kesempatan yang super mahal itu untuk kugunakan?. Dan sebagainya pertanyaan dalam bermuhasabah terhadap dunia. Mari memelihara adab, meskipun toh kita bukan orang yang paling suci nan sempurna, hanya berusaha memperbaiki keadaan. Organisasi ini akan sangat menerima dengan tangan terbuka lebar bagi siapa saja yang berhati besar dan siap menjadi relawan. Relawan bagi diri sendiri dan juga bagi dunia. Orang-orang yang memberanikan diri untuk lebih keras terhadap diri sendiri demi hukum, demi adab, demi keluhuran, demi kebebasan dari kemalasan, dan demi keteguhan keyakinan.
Apa yang menarik dari berkarya?, Untuk apa kita berkarya?, Dan terutama menuliskan dunia dalam hal ini?. Kadang rata-rata orang akan berpikir, jika memutuskan untuk berkarya baik diranah retorik maupun tindakan. Bukan hanya pujian, ekspresi kebanggaan, kesalutan, tapi juga seringkali datang bertubi-tubi kritik, hujatan, cercaan, cacian dari berbagai pihak. Sehingga, tak hanya kadang, tapi sering setelah kita melakukan sesuatu baru muncul aksen-aksen ; “Mengapa tidak saya lakukan seperti ini dan seperti ini?”, atau “Seharusnya seperti ini?”. Tapi, hal demikian merupakan kewajaran yang dapat diterimalah. Yang jelas, takut berkarya bagi kebajikan adalah salah, berkarya berkarya saja, sisanya tawakkal saja jadi apa. Tuhan menciptakan rasio adalah untuk berpikir, artinya adalah sebuah tindakan kejahatan barangsiapa membunuhnya, “kriminal!”. Tak peduli dari kapling dunia mana anda, jalah-jalan tikus Jakarta, pinggiran pelabuhan, pedatnya perkotaan, sunyinya pedesaan, khusuknya tempat ibadah, tuliskan saja, kabarkan saja ilmu-ilmu yang ada disana, kita bertukar pikiran.
Jika anda bergabung dalam “Gerakan Indonesia GoBlog Banget” ini secara sederhana kita akan mendapati semacam prosesi penyematan kecil, penobatan teatrikal sebagai seorang “GoBlog”. Para “GoBlog”, saya GoBlog, anda Goblog, dia Goblog, dan mereka juga Goblog. Ya, itulah julukan kita, cara kita dipanggil, nama super mistis yang akan dipikirkan banyak orang yang terjangkit virus ini. Bayangkan jika masing-masing kita berhasil memperbaiki diri, akan tertopang pembentukan keluarga samawa, pranata sosial yang elit, masyarakat yang solid, bangsa yang terhormat, dan dunia yang serba sejahtera. Tuliskan pengetahuan yang telah anda karungi dari setiap buku kehidupan dan tuliskanlah kembali, berbagi pengetahuan, ilmu pengingat kebenaran. Apapun jenis blog anda, domain gratis (Blogspot, Wordpress, Multiplay, dll) atau sudah profesional dengan hosting dsb. Ini sesungguhnya pun adalah sebuah tindakan pencegahan atas kerusakan-kerusakan dunia yang menjadi-jadi. Terlepas dari perdebatan apakah karena faktor individual personality ataukah sistemnya yang memang sudah tidak sehat. Sehingga banyak bayi-bayi suci baru lahir didunia dan mengikuti aturan dan cara hidup modernisasi plus kamuflasenya.
Media ini hanya berusaha menyediakan wadah, wadah bagiplatform dan aliran-aliran utama yang termarginalkan diatas kompetisi diskursus. Mass media yang pada akhirnya melawan penggiringan-penggiringan opini serta tindakan masyarakat korak dari garda terdepan, menuju ke asa yang lebih cerah, dunia yang lebih tenang. Melalui pendekatan sosiologis psikologis yang berusaha menunjukan bahwa Islam, benar-benar “Rahmatan lil’alamin”. Tak peduli seberapa kaya anda, seberapa miskin anda, mengingat tagline utama organisasi sosial ini, “From Heart, To Heart”. Yang berusaha menjalani kerelawanan dari “Hati” tanpa “Paksaan” tanpa “Tendensi”, mari hidup dengan hati untuk memperbaiki diri, membaca ilmu dan menuliskan ilmu. Untuk generasi tujuh ribu, sembilan ribu, sepuluh ribu tahun yang akan datang, dan seterusnya yang pastinya akan memperhatikan laku-laku kita di zaman ini. Juga efeknya terhadap peradaban mereka. Bisa jadi, mereka akan memuji dan berterima kasih, atau berkata, “Gara-gara mereka dan gara-gara mereka”.
Sebagaimana pendekatan praksiologi, cabang ilmu yang mempelajari seluk-beluk tindakan manusia. Mengapa dan bagaimana manusia bertindak?. Bahwasanya setiap tindakan manusia adalah bertujuan dan disengaja. Sebelum dilakukan, sudah barang tentu telah diniatkan dan direncanakan. Niat dan rencana itu hanya akan muncul ketika ada semacam ketidaknyamanan atau uneasiness di dalam perasaan. Atau juga semacam keinginan untuk mencapai keadaan yang lebih baik. Dalam arti tindakan itu tergantung juga terhadap variabel, “Apa sebenarnya yang membuat kita tidak nyaman?” dan “Keadaan apa dan bagaimana yang kita inginkan?. Yang pada akhirnya dengan kata lain, tindakan itu terakumulasi sebab kita satu sama lain berinteraksi. Jadi mari kita katakan, “Kita tidak nyaman dengan kemungkaran”, “Kita ingin masyarakat madani juga ada di zaman ini, zaman kita”. Mari bertransformasi, pepatkan barisan, luruskan barisan, jalan ditempat, dan maju jalan.
Lantas, apakah hal seperti ini bukanya sudah banyak dilakukan oleh banyak komunitas-komunitas blogger ?. Maaf, ini bukan sekedar komunitas tapi ini adalah organisasi, keduanya adalah berbeda. Perbedaanya adalah komunitas hanyalah perkumpulan atau serikat orang-orang yang memiliki nilai dan kesamaan kepentingan tanpa sebuah pengaturan bersistem terstruktur. Dengan kata lain, perbedaannya ada pada tingkat keberadabanya yang jauh berbeda. Sebagaimana negara berdaulat, yang memiliki keberadaban di level atas, karena kemampuanya mengatur urusan yang kompleks sekalipun. Sehingga jika anda menjadi relawan disini kita wajib bersama-sama tunduk dan taat pada konsensus yang kita sepakati bersama. Pula seluruh komponen yang terintegrasi seperti; AD/ART, Visi dan Misi, Pakta Integritas, dan sebagainya. Dan “Gerakan Indonesia GoBlog Banget” adalah salah satu progam dari GSO, organisasi yang kita cintai bersama. Yang masih dan akan terus mempersatukan tali silaturahim kita para pemuda-pemudi Indonesia. Jangan lupa bahwa Indonesia pun merdeka juga dari sebab soliditas rakyatnya yang juga adalah aktivis-aktivis penyuara kebenaran. Pula bermula dari serikat-serikat warung kopi, rukun tetangga, ibu-ibu PKK (Perempuan Kurang Kerjaan), dan para pelopor juga pencetus dari kalangan pelajar (orang yang belajar). Meskipun juga serikat pelajar seperti ini dapat menyulut sebuah tragedi revolusi yang penen raya di Timur Tengah, “Arab Spring”.
Namun, kita patut menginginkan model sebuah Budi Oetomo masa kini yang hari pendirianya diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Sebuah organisasi sosial yang berkebudayaan tanpa muatan mesin politik devide et impera, yang jua didirikan oleh para mahasiswa (STOVIA). Sebuah organisasi yang digadang-gadang sebagai awal dari pergerakan Indonesia merdeka. Masa pencerahan demi masa depan yang lebih bersinar laksana berlian. Ini tindakan pengobatan pun preventif, “Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati”. Jangan menuduh seseorang bodoh sebelum dia bicara. Meskipun perameter tersebut juga amat sangat tercermin dari tindakan. Bertindak!. From Heart, To Heart. Reading science, Writing science. Salam “Membaca Sejuta Buku”, salam “Reading a Million Books”, dan salam “GoBlog” wahai para GoBlog.
By : The Running baby
Launching Oxfordpedia
OSO (Oxford Social
Organization) adalah sebuah organisasi skala internasional yang telah banyak
berjasa membangun peradaban dunia. Organisasi ini bergerak diberbagai level dan
mengakomodir hampir segala urusan sosial mulai dari kasus yang paling sederhana
sampai yang amat krusial. Pergerakan yang menjadikan banyak individu di dunia
ini lebih melek untuk turun tangan dan menyingsihkan lengan melakukan hal-hal
sederhana demi perubahan peradaban yang lebih positif. INGO (International
Non-Goverment Organization) alias LSM internasional ini mempunyai project yang sangat fleksibel dan tidak
terpaku hanya pada satu lini masalah sosial saja. Entitas ini sudah banyak
meninggalkan jejak ikut andil mendukung perkembangan bidang pendidikan,
politik, media sosial, ekonomi, teknologi, seni, lingkungan dan alam, kesehatan, sejarah, budaya, informasi, keamanan,
HAM, demokrasi, transparansi pemerintah, donasi sosial dan banyak lini lain di
lebih dari 30 negara. Pasca mendapat predikat prestisius yang disematkan kepadanya
sebagai organisasi dengan tingkat Healty
level tertinggi tahun 2017 versi majalah Times, OSO semakin menjadi
perhatian sentral dunia dan menjadi model percontohan. Dan pada oktober tahun
ini pendiri sekaligus pencetus didirikannya organisasi ini yaitu Mr. X, telah
digadang-gadang menjadi salah satu penerima penghargaan nobel dibidang sastra
atas jasanya mempelopori miliaran orang giat membaca karya sastra dan menulis.
![]() |
| Logo Oxfordpedia |
Memang
salah satu progam yang telah sangat populer didunia yaitu “Reading a milion
books”, yang mana tidak hanya menyuarakan suatu perubahan saja tapi juga secara
langsung mensosialisasikan dan mengimplementasikan ke tengah-tengah masyarakat
global. Awalnya komunitas pelopor perubahan ini digawangi oleh anak-anak muda
indonesia yang memiliki kepekaan sosial tinggi. Pada sejarahnya, mereka berangkat
dari sebuah pelosok desa terpencil bernama Siman, dan sekolah ternama Excelent
Senior High School BPPT Al-Fattah di pulau Jawa Indonesia bagian Timur. Melalui
sedikit rapat kecil pada tahun 2008 yang tak begitu lama, mereka mengukuhkan
berdirinya komunitas generasi ke sepuluh di sekolah itu dan menyebut diri
mereka sebagai generasi Oxford atau biasa disingkat “OxfordGen”. Seiring berjalanya
waktu, 70 orang anggota berjuang bersama-sama dengan cara dan karakter mereka
masing-masing untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Sampai pada akhirnya lulus
dan melanjutkan studinya ke berbagai universitas ternama serta beberapa bagian
kecil memutuskan untuk bekerja. Genap dua tahun pasca kelulusan mereka, pucuk
pimpinan tertinggi komunitas ini Denizar F. M. (bukan nama radio) menetapkan
melalui rapat dan forum kecil bahwa sejak tahun 2013 tertanggal 9 September
bertepatan dengan hari lahir OxfordGen komunitas ini bertranformasi menjadi
sebuah organisasi sebagaimana kita kenal sekarang dengan OSO (Oxford Social Organization).
Dengan berbagai terobosan dan inovasi tingkat tinggi, organisasi ini tumbuh dan
mengelola dirinya sendiri, menyambungkan segala keterbatasan, saling menopang
satu sama lain, meskipun semua anggotanya terpisah oleh jarak dan waktu. Hal demikian
tak jadi soal bagi generasi dengan otak diatas rata-rata serta imajinasi
tingkat tinggi ini. Oxford menjadi model pertama, pelopor “Online Organization” di Indonesia. Pamornya mampu mendominasi
pembentukan bibit-bibit baru organisasi online yang sekarang merajalela. Karena
bahwasanya mereka tahu, dan telah memandang masa depan, mengintrospeksi perubahan
dunia, menganalisis zaman. Di hari dimana robot akan lebih dipuja dari pada
manusia. Buyut BBM, Kakek Facebook, nenek Twitter, paman Tumblr, bibi MySpace,
madam Flickr, nona Foursquare, mbak Friendster, atau Buya Blogger. Semua para SocMed
yang dihormati dan diagungkan, yang menjangkiti manusia-manusia era globalisasi
resmi ataupun tak resmi. Alhasil, pada hari ini OSO dikenal sebagai suatu wadah,
kumpulan para konseptor ulung yang adalah putra-putri bangsa ini, bangsa
Indonesia tercinta. OSO adalah kumpulan para politikus, teknisi, ekonom,
dokter, penyair, sosiolog, sejarahwan, perawat, sastrawan, biolog, intelejen, insinyur, tentara, administrator,
polisi, diplomat, pendaki gunung, aktivis, dan bentuk biji lain dari anak-anak bangsa
ini. Dan kami warga dunia tahu bahwa Oxford akan terus berkarya tanpa henti
sampai mati, sampai titik darah penghabisan, meskipun wajah menua, walaupun
rambut beruban, dan kalaupun satu detik lagi adalah nafas terakhir mereka. Kami
berterimakasih sepanjang masa atas perbuatan kalian yang berperan menjadi
dokter-suster peradaban.
“Salam Oxford!!!, dari kami
warga dunia, warga peradaban”
Langganan:
Komentar (Atom)






